ISD Sebagai salah satu MKDU

Posted: September 25, 2010 in Uncategorized

Nama : Arkadius Wellyam R

NPM : 51410122

Kelas : 1IA10

Tujuan Pendidikan Umum di Perguruan Tinggi

Dalam undang-undang Sisdiknas No. 20 tahun 2003 Bab VI pasal 15 dikatakan bahwa jenis pendidikan mencakup Pendidikan Umum, Kejuruan, Akademik, Profesi, Vakasi, Keagamaan, dan Khusus. Dalam penjelasannya dikatakan bahwa yang dimaksud dengan Pendidikan Umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia pendidikan berarti proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik, sedangkan umum bearti mengenai seluruh atau sekalian, tidak khas, tidak khusus. Berdasarkan arti di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan umum adalah pengajaran mengenai suatu yang umum atau tidak khusus. Yang dimaksud pendidikan khusus disini adalah seperti mata kuliah keahlian yang dapat mendukung sarjana mencapai kemampuan akademik dan kemampuan profesi dimana mahasiswa dapat cakap dan ahli di bidang yang ditekuninnya. Berbeda dengan pendidikan khusus, pendidikan umum yang menjadi mata kuliah dasar wajib di perguruan tinggi negri maupun swasta bertujuan agar mahasiswa mampu mencapai kemampuan pribadi dimana sarjana yang telah cakap dan ahli dibidangnya ini mampu mengabdikan keahliannya tersebut untuk kepentingan masyarakat.

Jadi inti dari pendidikan umum adalah agar mahasiswa mampu mencapai kemampuan pribadi/personal

Secara spesifik kemampuan pribadi yang hendak dicapai MKDU adalah menghasilkan warga Negara sarjana yang :

1. Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan pengamalan nilai-nilai pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia

2. Taqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya dan memiliki toleransi terhadap pemeluk agama lain

3. memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral didalam menyikapi permasalahan kehidupan baik sosial, politik maupun pertahanan keamanan

4. Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama mampu berperan serta meingkatkan

3 Kemampuan yang Diharapkan Dihasilkan dari Lulusan Pendidikan Tinggi

Pendidikan tinggi diharapkan dapat menghasilkan sarjana-sarjana yang mempunyai seperangkat pengetahuan yang terdiri atas.

1. Kemampuan akademis; adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tulisan, menguasai peralatan analisis, maupun berpikir logis, kritis, sitematis, dan analitis, memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi, serta mampu menawarkan alternative pemecahannya

2. Kemampuan professional/ profesi; adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dengan kemampuan ini, para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.

3. Kemampuan personal/pribadi ; adalah kemampuan kepribadian. Dengan kemampuan ini para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap, dan tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan, dan kenegaraan, serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.

Latar Belakang Diberikannya ISD

Ilmu Sosial Dasar merupakan salah satu MKDU yang berdasarkan tujuannya yang telah disebutkan diatas bahwa MKDU diberikan agar seorang mahasiswa mampu mencapai kemampuan personal/pribadi dimana spesifik kemampuan pribadi seperti yang telah dijelaskan diatas intinya menjadikan warga negara sarjana yang bertaqwa, bermoral dan tidak buta dengan kenyataan maupun masalah-masalah social yang ada di masyarakat, di tempat seorang sarjana mengabdikan keahlian dibidangnya.

Awalnya banyak kritik yang ditujukan pada sistem pendidikan kita oleh sejumlah para cendikiawan, terutama sarjana pendidikan, sosial dan kebudayaan. Mereka menganggap sistem pendidikan kita berbau colonial, dan masih merupakan warisan sistem pendidikan Pemerintah Belanda, yaitu kelanjutan ari politik balas budi yang dianjurkan oleh Conrad Theodhore van Deventer. Sistem ini bertujuan menghasilkan tenaga-tenaga terampil untuk menjadi “tukang-tukang” yang mengisi birokrasi mereka di bidang administrasi, perdagangan, teknik dan keahlian lain, dengan tujuan ekspoitasi kekayaan Negara.

Ternyata sekarang masih dirasakan banyaknya tenaga ahli yang berpengetahuan keahlian khusus dan mendalam, sehingga wawasannya sempit. Padahal sumbangan pemikiran dan adanya komunikasi ilmiah antara disiplin ilmu diperlukan dalam memecahkan berbagai masalah sosial masyarakat yang demikian kompleks.

Hal lain, sistem pendidikan kita menjadi sesuatu yang “elite” bagi masyarakat kita sendiri, kurang akrab dengan lingkungan masyarakat, tidak mengenali dimensi – dimensi lain di luar disiplin ikeilmuannya.n Perguruan tigngi seolah-olah menara gading yang banyak menghasilkan sarjana-sarjana “tukang” tidak mau dan peka terhadap denyut kehidupan, kebutuhan, serta perkembangan masyarakat.

Jadi bedasarkan kritikan dan masalah diataslah ISD diberikan.

Pengertian ISD

Berikut ini definisi-definisi ilmu sosial yang dikemukakan para ahli :

-Pitirim Sorokin : ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara aneka macam gejala sosial, hubungan timbal balik antara gejala sosial dan nonsosial.

-Rouscek dan Warren : ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok

-William F.Ogburn dan Mayer F.Nimkopf : penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial danhasilnya, yaitu organisasi sosial

-Max Weber : ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan social

-Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi : ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termaksud perubahan sosial.

-Paul B. Horton : ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

_Soerjono Soekanto : ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha mendapatkan pola umum kehidupan masyarakat.

Secara umum ilmu sosial dasar dapat diartikan yaitu ilmu pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, dengan menggunakan penegertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial. Ilmu sosial dasar bukanlah suatu disiplin ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri tetapi hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai mahkluk sosial dan masalah-masalah yang terwujud darinya.

Tegasnya ilmu sosial dasar adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk menkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi , dan penalaran mahaiswa dalam menghadapi lingkungan sosialna dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkugnan sosialnya dapaat menjadi lebih besar.

Tujuan ISD

ISD memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial kepada mahasiswa, yang diharapkan akan cepat tanggap serta mampu menghadapi dan memberi alternatif pemecahan masalah-masalah dalam kehidupan masyarakat.

Berdasarkan pengetahuan yang didapat melalui ISD, diharapkan para mahasiswa akan mampu menyesuaikan diri berkat penghayatan akan arah perkembangan dalam masyarakat. Setelah menyesuaikan diri secara mantap, paling tidak ia mampu mengetahui ke arah mana pemecahan jalan keluar suatu permasalahan itu harus ditempuh.

Tujuan Ilmu Sosial dasar ialah membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan peikiran yang lebih luas dan kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota dari golongan pelajar Indonesia. Khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku.

3 Kelompok Ilmu Pengetahuan

1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah

2. Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) . ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.

3. Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.

Pengertian Masalah Sosial

Ilmu sosial umumnya mempelajari fenomena masyarakat yang normal dan teratur, namun tidak selamanya gejala-gejala itu keadaanya normal sebagaimana yang dikehendaki masyarakat bersangkutan. Gejala – gejala sosial yang tidak sesuai antara apa yang didinginkan dengan apa yang telah terjadi dinamakan masalah sosial. Sebagai kumpulan mahluk yang dinamis kita senantiasa menemukan masalah-masalah didalam masyarakat. Pada masyarakat Indonesia banayak dijumpai masalah sosial yang disebabkan oleh perubahan yang terus-menerus. Akibatnya terjadi kerusakan organisasi sosial atau disorganisasi di masyarakat.


Contoh Masalah Sosial

Masalah sosial dapat diklasifikasikan menjadi empat, yaitu :

-masalah sosial dari faktor ekonomis, misalnya kemiskinan, pengangguran

– masalah sosial dari faktor biologis, misalnya penyakit menular

-masalah sosial dari faktor psikologis, misalnya bunuh diri, gila, dll

masalah sosial dari faktor kebudayaan, misalnya perceraian, kenakalan remaja, konflik ras, dll

Beberapa masalah sosial penting :

Kemiskinan : adalah sustu keadaan seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompokdan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya terhadap kelompok tersebut.

Kejahatan : terbentuk dari proses imitasi pelaksanaan peran sosial diferenisasi, dan kekecewaan yang agresif.

Disorganisasi keluarga : bentuk-bentuknya yaitu keluarga yang tidak lengkap karena hubungan diluar nikah, perceraian, buruknya komunikasi, hilangnya pimpinan rumah tangga.

Masalah remaja : masa remaja dikatakan sebagai masa berbahaya karena tahap dimana seorang meninggalkan masa kanak-kanak menuju dewasa dan belum ada pegangan, tetapi kepribadiannya sedang mengalami pembentukan.

Peperangan : bentiuk pertentangan yang dahsyat yang menimbulkan disorganisasi di Negara yang berseteru.

Pelanggaran terhadap norma : seperti pelacuran

Masalah kelainan seksual : yang dikatakan disini adalah homoseksual.

Masalah kependudukan : Jumlah penduduk yang terlalu banyak namun tidak diinbangi dengan kualitasyang baik tentu akan menjadi beban atau masalah dalam meningkatkan taraf ekonominya. Selain itu pertumbuhan yang cepat dan persebaran yang tidak nerata juga menjadi masalah yang selanjutnya menjadi masalah sosial.

Berdasarkan tujuannya saya sangat setuju matakuliah ISD dijadikan mata kuliah dasar umum (MKDU) karena sesuai dengan kemampuan personal yang kita dapatkan yakni untuk mengabdikan  keahlian atau kecakapan kita dibidang tertentu lingkungan masyarakat, tentunya kita perlu memiliki etika dan norma-norma yang bisa didapatkan darim mata kuliah ISD ini, serta kita juga bisa mengetahui fenomena serta masalah-masalah sosial yang ada dimasyarakat. Tentunya kita tidak akan bisa mengabdikan keahlian kita dimasyarakat bila kita sendiri tidak menetahui norma-norma yang berlaku dimasyarakat serta fenomena-fenomena yang sedang terjadi di masyarakat. Karena itu saya sangat setuju ISD dijadikan mata kuliah dasar umum.

——————————————————————————————————————————–

sumber : http://www.wikipedia.org

Ilmu Sosial Dasar – ATA

Frita H.S. Damanik. (2006). Sosiologi SMA/MA untuk Kelas X (Jilid 1). Jakarta.                          Penerbit : Erlangga

Kamus Besar Bahasa Indonesia


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s